Wednesday, May 29, 2013

Pendapat Ulama Tentang Hukum Perbankan

Assalamualaikum Wr Wb

hukum bank, riba, haram, mubah, perbankan
Sebelumnya saya ucapkan Alahamdulillah karena pada hari ini kita semua masih diberi nikmat kesehatan dari Allah SWT, awalnya ada temen yang tanya melalui status di facebook tentang hukum perbankan dalam Islam. Sebenernya saya tidak mau menanggapi karena tidak tau tentang Hukum Perbankan dalam Islam, tapi saat baca  buku agama tidak sengaja saya membaca tentang Pendapat Ulama Tentang Hukum Perbankan.

Setelah saya baca di buku agama ternyata pendapat ulama Islam mengenai hukum bank dapat di kelompokkan menjadi tiga pendapat, yaitu mubah, haram dan mutasyabihat.

Berikut pendapat pendapat ulama yang saya baca dari buku tersebut.
  1. Bank itu hukumnya mubah. Alasannya karena bank itu di suatu negara keberadaannya sangat dibutuhkan dan tidak bisa ditiadakan. Jadi bank itu bermanfaat dalam kehidupan dan kemaslahatan masyarakat, bangsa dan negara. Lagi pula bunga yang diharamkan adalah yang berlipat ganda, sedangkan system bunga dalam bank tidak berlipat ganda.
  2. Bank itu hukumnya haram. Alasannya bahwa setiap transaksi bank akan terdapat unsur bunga. Bunga itu sama dengan riba dan riba itu haram. Maka bank dianggap haram.
  3. Bank hukumnya mutasyabihat atau masih ragu tentang haram atau tidak. Alasannya bahwa satu segi bank ini sangat diperlukan bagi kehidupan perekonomian masyarakat, bangsa dan negara. Di sisi lain setiap bank akan ada bunganya yaitu riba. Sehingga bank itu belum jelas halal atau haramnya.

Itu tadi beberapa Pendapat Ulama Tentang Hukum Perbankan, meskipun artikel ini sangat sedikit, tapi semoga bisa bermanfaat bagi umat Islam. Karena baru ini yang saya bisa persembahkan buat Islam.
Wallahualam…

Silahkan share artikel ini dengan mencantumkan krisna18.blogspot.com sebagai sumbernya. SAMPAIKANLAH WALAU SATU AYAT


“Apabila anak adam meninggal dunia, terputuslah ilmunya kecuali tiga perkara, yaitu : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Disqus Comments